AS Kecam Komentar Anti-Israel Chavez

WASHINGTON | NONBLOK.COM Venezuela menambah besar arus anti-semitisme pada 2011, dengan pernyataan anti-Israel dan anti-Yahudi di media resmi serta oleh lembaga pemerintah, kata Departemen Luar Negeri AS, Senin (30/7).
Laporan tahunan International Religious Freedom tersebut menyebut Presiden Venezuela, Hugo Chavez sebagai khusus karena komentar lantang anti-Israelnya.
Di dalam surat terbuka kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada September lalu, Chavez menuduh Israel melakukan pemusnahan suku dan pembersihan etnik terhadap orang Palestina. Ia juga menyebut Zionisme bersikap rasis.
Awal tahun ini, satu harian milik pemerintah Venezuela menyebut pembunuh massal Norwegia, Sabbath goy, istilah yang digunakan buat orang non-Yahudi yang membantu kegiatan yang dilarang dilakukan bagi pengikut Yahudi pada hari Sabtu.
Menurut laporan tersebut pada April, Kementerian Sains dan Teknologi menjadi tuan rumah pameran yang menyatakan Israel diciptakan sebagai bagian dari rencana genosida oleh orang Yahudi yang ingin membersihkan orang Palestina.
Pameran itu membandingkan penghalang keamanan di Tepi Barat Sungai Jordan dengan kamar gas Auschwitz, demikian laporan AFP.
Namun aspek lain kehidupan beragama di Venezuela relatif tak terbelenggu, kata Departemen Luar Negeri AS.
Berbagai kelompok agama yang mengecam pemerintah menjadi “sasaran gangguan dan intimidasi”, tapi tidak sampai seperti yang dialami kelompok lain oposisi, kata laporan tersebut.
Laporan itu juga menyatakan hubungan beku dengan pemerintah Presiden Hugo Chavez menghalangi dialog tentang kebebasan agama. Perseturuan yang meningkat pada 2010 mengakibatkan kedua negara menarik duta besar masing-masing.
Chavez (58), yang baru saja menyelesaikan pengobatan kanker serta mengumumkan dirinya “sembuh”, sedang berusaha mencalonkan diri lagi dalam pemilihan umum 7 Oktober melawan Henrique Capriles (40) –cucu dari seorang Yahudi dan pemeluk agama Katholik Roma.
Source: nonblok online
Berita Lain:- AS tidak berencana kirim pasukan ke Mali
- Militer Fiji berlakukan pembatasan partai politik
- Pemerintah Mali Siapkan Komisi Krisis
- Pasukan Perancis dan Mali Kepung Pemberontak
- Peugeot Didemo 300 Pekerjanya



