AWAL RAMADHAN: Daya beli mayarakat turun

JAKARTA: Kenaikan harga sejumlah bahan pangan hingga 20% pada awal pekan Ramadan diwarnai dengan menurunnya daya beli masyarakat.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan pada awal pekan Ramadan masyarakat Indonesia mengalami penurunan daya beli. “Ini dampak dari melonjaknya harga produk pangan yang mengalami kenaikan antara 10% hingga 20%,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/7/2012).
Satu contoh penurunan daya beli, kata Sofyan, dapat dilihat pada kemampuan beli masyarakat pada makanan kemasan saat berbuka puasa. “Ramadan kali ini banyak masyarakat yang mengurangi berbelanja.”
Daya beli masyarakat, lanjutnya, kian terpuruk lantaran pendapatan yang belum tentu meningkat. Namun, dana yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti pangan dan sandang semakin tinggi. Turunnya daya beli ini, akan jelas terlihat pada petani di perdesaan.
Sofyan memaparkan penurunan daya beli pada masyarakat ini juga ditandai dengan menurunnya kualitas pembelian barang. Masyarakat masih mampu membeli, namun pada tingkat kualitas paling rendah.
Kenaikan harga sejumlah bahan pangan, selain dipicu oleh permainan harga ditingkat spekulan juga diakibatkan sejumlah regulasi yang kurang berpihak pada produsen.
“Banyak pembatasan bahan baku yang selama ini masih mengandalkan impor dinilai turut memicu kenaikan bahan pangan.”
Meski daya beli diklaim turun, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indoensia masih memasang target optimistis penjualan selama Ramadan dan Lebaran untuk produk pangan dan minuman olahan bakal naik mencapai 30%. Kenaikan itu ditopang oleh permintaan produk olahan jenis sirup dan biskuit.(msb)
Source: bisnis online
Berita Lain:- BEA KELUAR CPO: Struktur tak akan diubah
- TKI: Suami isteri satu majikan ideal
- RUPIAH MELEMAH, Sektor Pariwisata Justru Diuntungkan
- Mendag Setujui Usulan BMAD Baja Canai Dingin
- BANK DUNIA prediksi arus modal ke negara berkembang bakal tumbuh



