Megapolitan | August 8, 2012 at 21:57

Berharganya Rp 10 Ribu


2137487620X310 Berharganya Rp 10 Ribu IMANUEL MORE GHALE Hasan (79) dan Wulan (28) bersama tiga orang anak mereka di pondokan yang ditempati keluarga Petugas Harian Lepas (PHL) kebersihan kota itu di Depo II PHL Tebet Barat, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bagi sebagian warga Jakarta, menggenggam uang senilai Rp 10 ribu alias ceban tidak berarti banyak. Dengan selembar uang 10 ribuan, seorang ibu rumah tangga belum bisa menjangkau harga 1 kilogram gula pasir dan 1 botol kecap. Demikian pula bagi perokok, selembar ceban hanya terpakai untuk membeli rokok kelas murah.

Dengan lembaran bergambar Rumah Limas itu, seorang pelanggan warteg hanya bisa menjangkau menu berupa nasi, sayur plus masing-masing sepotong ikan, tahu, dan tempe yang dihargai 9-10 ribu rupiah.

Namun tidak demikian halnya para Pekerja Harian Lepas (PHL) kebersihan kota Jakarta. Kenaikan gaji harian sebesar Rp 10 ribu, bahkan kurang dari jumlah itu, sudah disyukuri mereka.

Hasan, Sanin, Anto, Aji, Sabana, dan Rosidi, misalnya. Kenaikan pendapatan mereka sebagai PHL di Seksi Kebersihan Kecamatan Tebet sebesar Rp 7.000 sudah cukup membuat wajah mereka sumringah.

"Dulu 27 ribu (rupiah) sehari. Sekarang jadi 35 ribu rupiah, lumayan," ujar Sanin (39), saat ditemui di Depo 2 PHL Tebet Barat, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2012).

Pria yang baru saja ditinggalkan isteri itu bisa bersyukur lantaran beberapa pekerja serupa bisa saja berpendapatan jauh di bawah mereka. Sebagian PHL kebersihan lain masih berpendapatan Rp 25 ribu per hari.

"Nggak tau, apa gaji mereka juga ikutan naik jadi 35 ribu atau kami aja yang di wilayah Tebet," imbuh pria asal Bogor itu.

Kenaikan gaji menjelang Lebaran itu juga disyukuri Hasan (79). Bersama isterinya, Wulan, keduanya langsung menghitung-hitung kemungkinan pelunasan utang yang bisa dilakukan lebih awal. Bahkan, keduanya sudah sampai pada kalkulasi untuk membuka pinjaman baru di koperasi.

"Dengan 35 ribu sehari, berarti utang kami bisa lunas 3 bulan lagi. Saya udah rencana mau minjam lagi di koperasi," kata Hasan, yang berencana akan membangun rumah di kampung halamannya, Subang, Jawa Barat.

Bersama keluarga PHL lain, Hasan dan Sanin baru saja menerima bingkisan Lebaran dari pihak kecamatan setempat. Isinya ada sebotol sirup, sekaleng kecil biskuit, minyak goreng, kacang goreng dalam bungkusan plastik kemasan.

Walaupun bukan isi bingkisan seperti itu yang mereka harapkan, namun dengan adanya kenaikan gaji dan bingkisan Lebaran, mereka bisa lebih berharap akan perhatian pemerintah dalam mengangkat harkat hidup mereka.

"Ini (bingkisan) sih lumayan buat anak-anak. Tapi, paling kurang yah pemerintah udah bisa kasih perhatian ke kita-kita," kata Hasan sambil menatap dua anaknya yang sedang menikmati sirup dan biskuit bingkisan Lebaran.

 

Editor :
Ana Shofiana Syatiri

Source: kompas megapolitan

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Tags: , ,

>> Berita terkait tentang: Berharganya Rp 10 Ribu

Leave a Comment