IHSG sideways, koleksi BBCA, TLKM, ASII, ITMG, TINS
Bursa | admin | December 23, 2009 at 08:46
JAKARTA (bisnis.com): Saham BBCA, TLKM, ASII, UNVR, ANTM, PGAS, ITMG dan TINS direkomendasikan pada perdagangan saham hari terakhir dalam pekan ini. Saham-saham itu direkomendasaikan terkait dengan faktor teknikal dan kenaikan harga minyak menjadi US$74,40 per barel.
Analis saham PT BNI Securities M. Alfatih mengatakan bursa regional dan global pada posisi positif, harga minyak dan logam menguat, sehingga dapat memberi sentimen penguatan bagi saham-saham di sektor tersebut.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan masih akan bergerak pada pola menyamping (sideways) dalam jangka menengah, sehingga hari ini indeks memiliki potensi penguatan terbatas dengan menguji8 level 2.480.
“Market masih mencari arah, menunggu laporan keuangan dan mencari jalan keluar dari situasi politis terkait dengan kasus Century,” kata Alfatih, kepada bisnis.com, pagi ini.
Saham-saham yang direkomendasikannya menguat dalam jangka pendek adalah BBCA, TLKM, ASII dan UNVR.
Adapun, Erdikha Sekuritas menilai setelah beberapa hari melemah, IHSG akhirnya ditutup menguat 36,25 poin menjadi 2.467,64 (1,49%). Secara teknis indeks mengindikasikan technical rebound, sehingga untuk hari ini kami perkirakan indeks melanjutkan kenaikannya. Pergerakan IHSG berkisar ke 2.411-2.523. Rekomendasi saham kami untuk hari ini adalah ANTM, PGAS, ITMG, dan TINS.
Harga saham perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk memberikan keuntungan (return) tertinggi pada sepanjang tahun ini dibandingkan dengan 10 saham lain yang bergerak di sektor batu bara.
Harga saham berkode BYAN itu melejit 501,06% dari posisi penutupan akhir tahun lalu ke level penutupannya Rp5.650, kemarin. Saham PT Adaro Energy Tbk berada di posisi kedua penyumbang keuntungan tertinggi setelah harga sahamnya naik 252,58% ke level Rp1.710.
Pencetak keuntungan tertinggi berikutnya adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk dan PT Petrosea Tbk dengan kenaikan harga saham 187,62% dan 187,50%.
Saham PT Bumi Resources Tbk, emiten andalan Grup Bakrie, berada di peringkat kelima dengan kenaikan harga akumulatif sebesar 150%. Pada perdagangan kemarin secara mengejutkan saham ini ditutup melonjak setelah beberapa hari terakhir terkoreksi. Harga saham berkode BUMI ini naik 8,33% atau Rp175 ke level Rp2.275, menjadikannya bernilai kapitalisasi pasar Rp44,14 triliun.
Sebaliknya, saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk menjadi satu-satunya yang justru turun, akumulatif sebesar 16,42% menjadi Rp280. Rencana emiten batu bara ini mengoperasikan tambang baru tertunda karena terkendala masalah pembiayaan.
Selanjutnya, PT Gozco Plantation Tbk membidik pendapatan senilai Rp450 miliar pada tahun ini, dengan laba bersih mencapai Rp200 miliar atau melampaui perkiraan perseroan sebelumnya yang hanya mematok Rp145 miliar.
Perseroan terus menjajaki kemungkinan emisi obligasi pada tahun depan untuk menyiasati kebutuhan dana eksternal dalam rangka ekspansi.
Direktur Utama Gozco Plantations Tjandra M. Gozali mengatakan proyeksi laba bersih akhir tahun ini kemungkinan melampaui estimasi yang dipatok awal tahun. Jika dibandingkan dengan realisasi laba bersih 2008 Rp54 miliar, kinerja perseroan tumbuh 270,37%.
“Ini baru perkiraan kasar atau quick count. Kami masih harus menunggu nanti hasil audit. Namun kemungkinan berada di kisaran Rp200 miliar,” tuturnya kepada pers seusai penandatanganan kredit investasi dari PT Bank Mandiri Tbk kemarin.
Lonjakan laba bersih itu, lanjutnya, dipicu oleh banyaknya panen baru karena ada lahan-lahan yang baru menghasilkan panen pada tahun ini. Harga jual rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) mencapai Rp6.800 per ton dan produksi 59.000 ton.
Berita lainnya, yaitu PT Bumi Resources Tbk menyatakan tidak mempunyai tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun dalam laporan keuangan tahun buku 2007.
Pernyataan mengenai tidak adanya tunggakan pajak itu diungkapkan oleh manajemen Bumi yang diwakili oleh Direktur Eddie Junianto Soebari, Vice President Legal, Human Resources, & General Affairs R.A. Sri Dharmayanti Sinaga ketika dengar pendapat dengan otoritas bursa kemarin.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam dari pukul 10.00 WIB tersebut, otoritas bursa diwakili oleh Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil I Gede Nyoman Bagus Yetna Setia Abadi.
Ketika ditemui seusai dengar pendapat tersebut, Eddie mengatakan dalam catatan manajemen, tunggakan pajak itu tidak ada. Namun demikian, manajemen Bumi sedang meminta klarifikasi dari Dirjen Pajak perihal dugaan tindak pidana pajak yang dilakukan Bumi dan dua unit pertambangan batu baranya PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.
Menanggapi mengenai perselisihan pajak yang terjadi lebih dari satu kali, dia mengatakan hal itu lazim. “Kalau dengan perpajakan memang begitu. Ini bukan hal yang luar biasa. Kami akan menyelesaikan hal itu, Saat ini statusnya klarifikasi. Nanti, kami sampaikan kalau sudah selesai,” tuturnya.
Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo mengaku tidak ambil pusing atas bantahan yang disampaikan oleh manajemen Bumi Resource terkait dengan dugaan tindak pidana pajak senilai Rp2,1 triliun.
“Itu hak dia untuk memberikan bantahan segala macam, tetapi proses pajaknya jalan terus karena masuk penyidikan. Kalau ada data, penyelesaiannya di pengadilan,” katanya kepada Bisnis saat mengunjungi redaksi Bisnis Indonesia bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kemarin.
Selain itu, PT Barito Pacific Tbk mencetak laba bersih per September 2009 sebesar Rp560,42 miliar, melonjak 208,42% dibandingkan dengan rugi bersih Rp516,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba bersih itu karena penurunan beban pokok penjualan sebesar 36,83% dari posisi September tahun lalu Rp14,02 triliun menjadi Rp8,85 triliun pada akhir kuartal III/2009. Akibat pemangkasan beban itu, laba kotor Barito, perusahaan induk yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu, meroket 15.325,66% dari hanya Rp10,74 miliar menjadi Rp1,66 triliun.
Source: Bisnis.com – bursa
Tags: Bisnis, Bursa, indonesia, presiden, uang

Tweet This
Digg This
Save to delicious
Stumble it