Bus Bantuan Tetap Kurang Diminati
KOMPAS/SRI REJEKI Bus bantuan masih menumpuk di Terminal Bekasi. Para calon penumpang enggan menggunakannya. Selain tarifnya lebih mahal, kondisi busnya juga tak sebagus bus reguler.JAKARTA, KOMPAS.com- Hingga Senin (20/8/2012), atau Lebaran hari kedua ini, bus bantuan yang dikerahkan pengelola terminal Kampung Rambutan untuk mengatasi penumpukan penumpang tetap kurang diminati penumpang. Penyebabnya, harga tiket bus bantuan lebih mahal dari bus reguler.
Bus bantuan itu dioperasikan karena sedikitnya bus reguler yang masuk terminal karena sebagian besar sopirnya kecapaian atau terjebak macet di jalur selatan Jawa Barat. Hingga siang ini telah ada sekitar 15 bus bantuan dikerahkan.
Seorang calon penumpang tujuan Tasikmalaya, Hamim, mengatakan, ia kapok naik bus bantuan. Sebab, selain harganya lebih mahal dari bus reguler, di tengah perjalanan ia pun dimintai uang lagi oleh kondekturnya. "Mahal dan tidak nyaman saja," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan, harga tiket bus bantuan tujuan Tasikmalaya paling murah Rp 100.000. Padahal, tiket bus reguler tujuan Tasikmalaya kelas eksekutif hanya Rp 60.000.
Selain harga tiket yang lebih mahal, pada umumnya penumpang tujuan Tasikmalaya dan sekitarnya fanatik terhadap bus tertentu. Sehingga sekalipun ada bus bantuan mereka tetap setia menunggu bus kesayangannya.
Source: kompas megapolitan
Berita Lain:- Perempuan Cantik Tewas dengan Belasan Luka Tusuk
- Berbagi dengan Pengungsi, Jl Jatinegara Barat Dibuka Sebagian
- Malam Ini Warga Rawajati Masih Bertahan di Kolong Jembatan
- Dua Orang di Cengkareng Tewas Karena Banjir
- Terjun ke Ciliwung, Pemuda Tuna Rungu Selamat



