Megapolitan | August 20, 2012 at 16:53

Bus Bantuan Tetap Kurang Diminati


1539574620X310 Bus Bantuan Tetap Kurang Diminati KOMPAS/SRI REJEKI Bus bantuan masih menumpuk di Terminal Bekasi. Para calon penumpang enggan menggunakannya. Selain tarifnya lebih mahal, kondisi busnya juga tak sebagus bus reguler.

JAKARTA, KOMPAS.com- Hingga Senin (20/8/2012), atau Lebaran hari kedua ini, bus bantuan yang dikerahkan pengelola terminal Kampung Rambutan untuk mengatasi penumpukan penumpang tetap  kurang diminati penumpang. Penyebabnya, harga tiket bus bantuan lebih mahal dari bus reguler.

Bus bantuan itu dioperasikan karena sedikitnya bus reguler yang masuk terminal karena sebagian besar sopirnya kecapaian atau terjebak macet di jalur selatan Jawa Barat. Hingga siang ini telah ada sekitar 15 bus bantuan dikerahkan.

Seorang calon penumpang tujuan Tasikmalaya, Hamim, mengatakan, ia kapok naik bus bantuan. Sebab, selain harganya lebih mahal dari bus reguler, di tengah perjalanan ia pun dimintai uang lagi oleh kondekturnya. "Mahal dan tidak nyaman saja," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan, harga tiket bus bantuan tujuan Tasikmalaya paling murah Rp 100.000. Padahal, tiket bus reguler tujuan Tasikmalaya kelas eksekutif hanya Rp 60.000.

Selain harga tiket yang lebih mahal, pada umumnya penumpang tujuan Tasikmalaya dan sekitarnya fanatik terhadap bus tertentu. Sehingga sekalipun ada bus bantuan mereka tetap setia menunggu bus kesayangannya.

Editor :
Marcus Suprihadi

Source: kompas megapolitan

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

>> Berita terkait tentang: Bus Bantuan Tetap Kurang Diminati

Leave a Comment