Daya Tahan Anak Oke, Campak Pun Menjauh
Sabtu, 11 Juni 2011 – 13:57 wibLastri Marselina – Okezone
CAMPAK sebagai infeksi virus menular dapat menyebabkan komplikasi seperti radang otak, diare atau radang paru, jika tidak ditangani dengan benar. Campak biasanya diderita anak-anak usia prasekolah dan sekolah dasar.
Makan sehat dan tidur cukup, belum bisa menghindari anak dari berbagai penyakit. Termasuk penyakit campak. Daya tahan tubuh anak harus ditingkatkan demi mencapai kesehatan prima.
“Sebenarnya anak tidak perlu kena campak seumur hidup, kalau daya tahan tubuhnya tinggi. Campak berasal dari virus yang belum bisa diobati dengan antibiotik. Yang bisa dilakukan orangtua adalah meningkatkan daya tahan tubuh anak untuk menghalau masuknya virus tadi. Saat daya tahan tubuh anak menurun, dia akan mudah sekali tertular jika dalam satu ruangan kelas temannya ada yang campak,” papar dr Sonia Wibisono di acara talkshow “Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Untuk Mencegah Campak oleh Stimuno”, di The Metropolitan Theatre of KidZania, Pacific Place, Jakarta, Sabtu (11/6/11).
Ditambahkan dr Sonia, gejala campak di antaranya batuk, demam di atas 38 derajat celsius, hidung berair, mata merah dan berair, bintik putih di lapisan dalam pipi dan ruam merah yang terasa gatal.
“Gejala ini akan hilang setelah empat hingga tujuh hari. Tapi, 30 persen kasus campak dapat berakibat lebih serius seperti pneumonia, infeksi telinga, diare, bahkan kematian. Usahakan anak tidak mandi dengan air dingin. Sebab air dingin menyebabkan dia kedingian dan daya tahan tubuhnya cepat menurun.
Lebih baik, mandi dengan air suam-suam kuku dengan sabun mandi antiseptik,” papar dr Sonia.
Guna membantu anak menjalani hari-hari dengan kesehatan prima, Stimuno dari Dexa Medica dengan bahan dasar daun meniran dapat meningkatkan daya tahan tubuh jika dikonsumsi secara rutin.
(ang)
Source: okezone – lifestyle
- Selebritas Pemilik Parfum Terlaris
- Mengungkap Bahasa Tubuh Pria
- Ajaib, Wanita Ini Melahirkan Normal Saat Koma
- Survei: Senin, Wanita Berdandan Lebih Lama
- Topik Pembicaraan “Haram” Dengan Calon Mertua



