Luar Daerah | June 29, 2012 at 09:21

Dibuka, Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste-RI


 Dibuka, Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste RI KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Peresmian Pos Perbatasan Terpadu oleh Wakil Perdana Menteri Timor Leste Jese Luis Guteres, Kamis (29/6/2012). Hal ini memudahkan pelintas batas dari Timor Leste ke Indonesia maupun sebaliknya.

OEKUSI, KOMPAS.com – Akses keluar masuknya orang maupun barang dari Distrito Oekusi, Timor Leste ke Indonesia kini tidak lagi sulit. Saat ini, Pemerintah Timor Leste resmi membuka pos perbatasan terpadu di Desa Sakato, wilayah barat Distrito Oekusi yang berbatasan dengan Desa Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Peresmian pos perbatasan terpadu, yang menjadi pintu pertama dari empat pintu yang direncanakan, Kamis (28/6/2012) kemarin itu, dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Timor Leste Jese Luis Guteres, Wakil Menteri Keuangan Rui Hanjam, Menteri Muda Regional Oekusi Jorge Teme, Wakil Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Timor Leste Fimriske Nelson dan Bupati Distrito Oekusi Jose Tanesib Anunu.

Sementara itu, dari pihak Indonesia hadir Komandan Kodim 1618 Kabupaten TTU Letkol Arm. Eusebio Hornai Rebelo, Kepala Polres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha, dan beberapa pejabat dari Bea Cukai dan Imigrasi.

Bupati Distrito Oekusi Jose Tanesib Anunu mengatakan, dengan dibangun pos perbatasan terpadu ini, maka arus lalulintas warga dari Distrito Oekusi untuk keluar ke Indonesia maupun ke Dili dapat berjalan lebih cepat, tanpa melalui proses perijinan dari KBRI.  Biasanya pengurusan administrasi biasanya memakan waktu sampai satu minggu.

"Pos perbatasan terpadu yang dibuka saat ini menjadi keuntungan yang besar buat masyarakat kami dan masyarakat Indonesia, yang mana di antara kami masih ada hubungan kekeluargaan, sehingga bilamana ada undangan untuk menghadiri acara keluarga maupun kegiatan lainnya, kami tidak akan susah lagi untuk keluar masuk ke Indonesia. Hal itu juga belaku bagi saudara-saudara kami yang ada di Indonesia," kata Anunu.

Selain itu, menurut Anunu, Pemerintah pusat Timor Leste dan KBRI dapat memberikan dukungan dengan menambah lagi pos perbatasan terpadu di tiga titik perbatasan yakni Oesilo -Napan (wilayah selatan) pintu kedua, Natuka -Oepoli (wilayah timur) pintu ketiga dan Pasabe-Haumeni Ana (wilayah timur) pintu keempat, sehingga untuk mempermudah lagi keluar masuk warganya dan warga Indonesia. Sebab, dari 18 desa di Distrito Oekusi, 14 desa langsung berbatasan dengan Indonesia, yang tentunya kalau ingin pergi ke tetangga di Indonesia tidak perlu harus datang ke pos yang baru dibangun ini.

"Untuk membuka ketiga pos perbatasan terpadu yang lain, kita terlebih dahulu harus mempersiapkan personil, infrastruktur penunjang seperti gedung dan fasilitas peralatan yang lainnya," jelas Anunu.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Timor Leste Jese Luis Guteres, berjanji akan segera membangun ketiga pos yang lainnya dalam waktu dekat ini. "Untuk wilayah Distrito Oekusi ini, sangat spesial di Negara Timor Leste karena wilayahnya dikelilingi oleh wilayah Indonesia, baik itu darat maupun laut sehingga akan menjadi prioritas utama dalam penyelesaian segala hal khususnya terkait perbatasan, dan dalam waktu dekat ini ketiga pos perbatasan terpadu akan segera kita bangun," kata Guteres. 

Editor :
Glori K. Wadrianto

Source: kompas regional

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Leave a Comment