GEMPURAN IMPOR Bisa Terus Perlemah Nilai Rupiah

JAKARTA: Gempuran impor mengakibatkan kondisi nilai tukar rupiah diperkirakan masih terus melemah sampai akhir tahun, dan berada pada kisaran Rp9.300-Rp9.500 per dolar AS.
Head Global Market HSBC Ali Setiawan menilai volume impor tahun ini masih berpotensi terus meningkat, terlebih dalam pembelian minyak mentah untuk bahan bakar kendaraan. Hal ini membuat ketersediaan dolar AS di Indonesia terus berkurang.
“FDI [Foreign Direct Invesment] memang masuk, tapi produknya tidak diekspor dan dikonsumsi di dalam negeri. Ini membuat rupiah belum bisa menguat dalam waktu dekat, sampai akhir tahun Rp9.300-9.500,” kata Ali di Jakarta, Selasa malam(7/8/2012).
Dia menambahkan pelemahan nilai ekspor yang terjadi karena melesunya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara berkembang pun kian membuat greenback langka.
Jika aliran modal asing banyak mengalir ke pasar saham dan obligasi, dia memproyeksikan nilai tukar rupiah bisa sedikit menguat. Tetapi apabila ekuitas dan surat utang pemerintah sepi peminat modal asing, maka kurs rupiah akan terus tertekan.
“Kalau banyak yang masuk ke ekuitas dan obligasi maka rupiah akan sedikit terbantu, karena dari sisi perdagangan sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Menurut dia, suplai valuta asing yang hanya dipasok oleh Bank Indonesia belum dapat memenuhi kriteria stabil. Dia menilai term deposit valas yang digagas bank sentral belum memberi dampak signifikan terhadap ketersediaan dolar di Indonesia.
“Data terakhir hanya 50% yang terdata dan paling tidak 10 hari sudah keluar dari BI, sepertinya belum berpengaruh signifikan,” katanya.(bas)
Source: bisnis online
Berita Lain:- BEA KELUAR CPO: Struktur tak akan diubah
- TKI: Suami isteri satu majikan ideal
- RUPIAH MELEMAH, Sektor Pariwisata Justru Diuntungkan
- Mendag Setujui Usulan BMAD Baja Canai Dingin
- BANK DUNIA prediksi arus modal ke negara berkembang bakal tumbuh
Tags: indonesia



