‘Green ICT’ Tekan 60% Penggunaan Kertas
(foto: ilustrasi)JAKARTA – Tingginya konsumsi energi pada sektor teknologi informasi (ICT) mendorong pemerintah dan sejumlah perusahaan swasta menggalakkan program Green ICT. Program tersebut juga dapat menciptakan kehidupan lingkungan di bumi akan semakin baik.
“Dengan green ICT, penggunaan kertas bisa dikurangi hingga 60%. Ada unit yg bisa sama sekali tak perlu kertas, namun tetap ada yg tak bisa dihilangkan,” ujar Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum BP Migas, Lambok Hamonangan Hutauruk di acara ‘Green ICT, Eco Innovation ICT Conference &Exhibition di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
“Pertumbuhan teknologi ke depannya harus ramah lingkungan. Di Indonesia, Sumatera dan Jawa adalah pengguna energi terbesar,” kata Lambok.
Dikatakan Lambok, berdasarkan data Kominfo tahun 2007, pertumbuhan industri teknologi informasi mencapai 48 persen.
“Komputer di Indonesia tumbuh 38,5 persen,” katanya.
“Secara Global, tren kebutuhan energi meningkat sehingga di tahun 2050, kita harus mendrop emisi 50% kalo masih mau lingkungan baik,” tambahnya.
Upaya untuk mewujudkan green ICT menurut Lambok dapat diciptakan dengan membuat kebijakan pengembangan Green ICT dan power energy saving.
Konsumsi energi untuk penerapan Teknologi Informasi (ICT) ternyata bisa mencapai 40 persen dari total konsumsi energi secara global. Angka ini akan terus tumbuh sejalan dengan pesatnya belanja produk ICT di seluruh dunia. (srn)
Source: Okezone – Techno
Berita Lain:- Inilah Ponsel Cerdas dengan Fitur Terbaik (Habis)
- Adobe Photoshop CS6 Miliki Fitur Unggulan
- Inilah Ponsel Cerdas dengan Fitur Terbaik (Bagian 1)
- Demi Membeli iPad, Seorang Anak Rela Jual Ginjal
- Bentuk Kepala Gajah Ditemukan di Planet Mars



