Harga Anjlok, Gabah Petani Harus Dibeli Bulog

JAKARTA: Kementerian Pertanian meminta Perum Bulog untuk segera menyerap hasil panen para petani. Pasalnya, harga gabah di sejumlah daerah terus turun karena terjadinya panen raya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Maret 2012, harga gabah di tingkat petani turun 12,87% atau menjadi Rp3.621,41 per kg. Sementara di tingkat penggilingan, harga gabah anjlok hingga menjadi Rp3.692,51 per kg, padahal pada Februari 2012 sebesar Rp4.232,68 per kg.
Bahkan, ada sejumlah daerah yang harga gabahnya di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) seperti di Riau dengan harga Rp2700 per kg. Adapun HPP gabah di tingkat petani sebesar Rp3.300 per kg, dan di tingkat penggilingan Rp3350 per kg.
Nasib petani kian sengsara karena harga barang lainnya mengalami kenaikan rata-rata 10% karena rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga barang tersebut mendorong terjadinya inflasi Maret 2012 sebesar 0,07%.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan bahwa Perum Bulog saat ini wajib menyerap gabah petani dalam negeri. Sehingga harga gabah tidak terus turun. “Bulog bukan lagi harus tapi wajib menyerap gabah/beras petani dalam negeri,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (6/4).
Jumlah panen musim tanam Oktober-Maret, lanjut Suswono, diperkirakan mencapai 60% dari total produksi tahun ini.
“Ini kesempatan untuk memenuhi gudang-gudang Perum Bulog yang masih kosong. Apalagi menargetkan menyerap 4 juta ton. April ini harus dijadikan momentum untuk serap besar-besaran,” tegasnya. (WR/OL-9)
Source: media indonesia
Berita Lain:- BEA KELUAR CPO: Struktur tak akan diubah
- TKI: Suami isteri satu majikan ideal
- RUPIAH MELEMAH, Sektor Pariwisata Justru Diuntungkan
- Mendag Setujui Usulan BMAD Baja Canai Dingin
- Si super kencang Lamborghini hadir tahun ini



