Harga CPO terpangkas
JAKARTA: Di tengah gejolak harga minyak mentah, harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) justru terpangkas hingga terburuk tiga bulan. Koreksi harga CPO ini dipengaruhi oleh penurunan harga kedelai dan biji-bijian lainnya.Harga CPO untuk kontrak pengiriman Mei terpangkas 4,5% menjadi RM3.503 ringgit (US$1.143) per ton di Bursa Malaysia, penurunan terbesar sejak 18 November. Di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), harga CPO untuk kontrak pengiriman Mei juga terpangkas 435 poin menjadi Rp10.330 per kilogram. Sepekan lalu harga sudah terkoreksi 6,9%.
Harga kontrak kedelai untuk pengiriman Mei juga terpangkas 5,1% menjadi US$13,11 per bushel di Chicago Board of Trade, level terendah sejak 20 Desember. CPO dan minyak kedelai saling bersubtitusi sebagai minyak nabati.
Harga minyak kedelai terpangkas 4,4% menjadi US$0,54 per pound. Begitu juga harga jagung dan gandum terpangkas untuk ketiga harinya, sementara beras turun hingga terendah dalam lima pekan.
Minyak sawit mengikuti penurunan harga kedelai dan minyak kedelai di Chicago, kata Ryan Long, dealer OSK Investment Bank Bhd. di Kuala Lumpur, seperti dikutip Bloomberg, hari ini.
Dia menambahkan penurunan harga CPO, kedelai dan komoditas biji-bijian lainnya ini dipengaruhi oleh kekhawatiran investor bahwa gejolak politik di Timur Tengah dan Afrika Utara akan menghambat pertumbuhan ekonomi global, sehingga akan mengurangi permintaan untuk komoditas pangan.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman April naik US$0,66 menjadi US$96,08 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange, tertinggi sejak Oktober 2008. Harga sudah menanjak 21% dalam setahun terakhir. (foto: bloomberg) (yus)
Source: bisnis online
Berita Lain:- Kondisi Eropa masih bayangi pertumbuhan reksa dana
- Bank Indonesia Perketat Aturan Bank Umum
- Otoritas panggil anggota bursa minggu ini terkait MKBD
- Darmin Kritik BUMN Yang Banyak Menyimpan Dana di Deposito
- KARTU KREDIT: Penerbitan aturan alat bayar kartu meleset



