Mancanegara | August 8, 2012 at 18:26

Iran: Ada Sandera yang Mantan Tentara


1738595620X310 Iran: Ada Sandera yang Mantan Tentara AFP PHOTO/YOUTUBE Warga Iran (di barisan belakang) yang dituduh sebagai anggota Garda Revolusi oleh Brigade Al-Baraa dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dalam sebuah video yang diunggah di YouTube oleh para pemberontak. Brigade itu menyatakan "telah menangkap 48 shabiha (milisi) dari Iran yang melakukan misi pengintaian di Damaskus".

TEHERAN, KOMPAS.com – "Pensiunan" anggota Garda Revolusi dan angkatan bersenjata termasuk di antara 48 warga Iran yang menjadi sandera para pemberontak Suriah. Hal itu diakui oleh Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, Rabu (8/8/2012), seperti dilaporkan kantor berita ISNA.

Meskipun begitu, Salehi membantah tuduhan para pemberontak Suriah yang menyebut WN Iran itu dalam misi militer ketika berada di Damaskus, Suriah. Kata Salehi, para mantan anggota militer itu benar-benar sedang berziarah di tempat suci umat Syiah di Suriah ketika mereka ditangkap di Damaskus, Sabtu (4/8/2012).

"Sejumlah (sandera) yang mantan anggota Garda (Revolusi) dan angkatan bersenjata. Yang lain berasal dari kementerian lain," jelas Salehi kepada para wartawan, ketika dia terbang dari Turki, di mana dia meminta bantuan untuk membebaskan ke-48 warganya itu.

Awalnya para pejabat Iran berkeras bahwa 48 WN Iran itu hanyalah peziarah yang berkunjung ke sebuah tempat suci Syiah di Damaskus. Dengan pernyataan Salehi itu, inilah untuk pertama kali Iran mengakui bahwa ada dari mereka yang memiliki kaitan dengan militer.

Iran sudah menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Bashar al-Assad dalam melawan pemberontakan yang telah berlangsung selama 17 bulan ini. Walaupun begitu, Iran membantah sangkaan telah memasok keperluan militer sekutunya itu.

Pada Minggu (5/8/2012), pemberontak Suriah mengunggah video yang menunjukkan para sandera dan menyatakan mereka merupakan anggota pasukan elite Iran, Garda Revolusi yang sedang melakukan "misi mata-mata". Para petempur oposisi itu menunjukkan kartu pengenal yang mereka bilang sebagai bukti bahwa beberapa dari sandera itu berlatar belakang militer.

Teheran membantah tuduhan itu. "Beruntung, dalam rekaman video tentang orang-orang itu (sandera), kami melihat mereka adalah peziarah dan tidak ada perlengkapan selain pakaian, barang-barang pribadi, dan kartu identitas," kata Salehi.

Salehi menjelaskan, ke-48 orang itu ditangkap di satu dari tiga bus yang membawa warga Iran ke bandara Damaskus, Sabtu. "Terdapat tiga bus, dua di antaranya sudah tiba di bandara," kata Salehi.

Dalam akun Facebook-nya, Senin (6/8/2012), para pemberontak itu menyebut tiga di antara para sandera terbunuh ketika militer Suriah menggempur posisi mereka. Kelompok itu mengancam mengeksekusi sandera-sandera lain jika militer tidak menghentikan serangan.

Namun Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada televisi Iran Al-Alam, pihaknya meyakini "tidak seorang pun sandera yang tewas". Belum ada laporan independen yang bisa memverifikasi nasib para sandera.

Sumber :
AFP

Editor :
Kistyarini

Source: kompas internasional

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

>> Berita terkait tentang: Iran: Ada Sandera yang Mantan Tentara

Leave a Comment