Masyarakat Tuntut Penutupan Hotel di Parung

BOGOR, KOMPAS.com – Sekitar 1.000 orang dari berbagai elemen berunjuk rasa di depan salah satu hotel di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/7). Mereka menuntut hotel tersebut ditutup karena diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung.
Salah seorang tokoh masyarakat Parung, Ayip Rasidi mengatakan, ada sembilan alasan menutup hotel tersebut, yakni Pemkab Bogor hanya memberikan izin pendirian bangunan, tapi tidak ada izin hiburan malam. Selain itu, hotel itu pernah diketahui menjadi lokasi pembuatan video porno. Pelakunya, kata dia, digrebek personel Polres Bogor pada 11 Maret 2012."Minuman keras juga beredar di sana. Banyak tamu hotel yang pulang dalam keadaan mabuk," katanya.
Massa memadati sebagian badan jalan utama penghubung Bogor-Depok-Jakarta. Mereka berorasi, sekaligus memasang spanduk berisi penolakan terhadap hotel tersebut. Namun, sekitar pukul 12.30, massa mulai membubarkan diri setelah mendapat janji bahwa Satpol Polisi Pamongpraja Kabupaten Bogor akan menyegel lokasi hiburan malam di hotel itu.
Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Komisaris Yudhianto A Nugroho mengatakan, sebagai antisipasi pengamanan unjuk rasa, pihaknya menurunkan 400 personel. Massa diarahkan mengisi separuh badan jalan, sehingga arus lalu lintas tetap mengalir walaupun tersendat. "Mengenai pengamanan tenggat waktu penyegelan hari Rabu, kami menunggu laporan dulu kegiatan massa. Personel menyesuaikan jumlahnya," kata dia.
Source: kompas megapolitan
Berita Lain:- Perempuan Cantik Tewas dengan Belasan Luka Tusuk
- Berbagi dengan Pengungsi, Jl Jatinegara Barat Dibuka Sebagian
- Malam Ini Warga Rawajati Masih Bertahan di Kolong Jembatan
- Dua Orang di Cengkareng Tewas Karena Banjir
- Terjun ke Ciliwung, Pemuda Tuna Rungu Selamat



