Otomotif | November 7, 2011 at 16:10

Mengenal Piggyback Sepeda Motor, Tipu ECU Perkaya Suplai Bahan Bakar


20111107 Piggyback 2 Mengenal Piggyback Sepeda Motor, Tipu ECU Perkaya Suplai Bahan Bakar

Era sepeda motor berteknologi sudah di depan mata. Bahkan saat ini beberapa motor yang dijual masal di tanah air sudah menanggalkan karburator dan menggunakan perangkat pengkabutan bahan bakar elektronik ini.

Yamaha misalnya, punya V-Ixion, sedang hadir dengan Supra X 125 PGM-fi, PCX 125, CBR 250R dan CBR 150R. Kawasaki ada KLX 250S dan supermoto D-Tracker 250.

Perangkat bahan bakar ini menawarkan banyak keunggulan, seperti kemudahan dalam perawatan. Performanya juga diklaim lebih baik. Sistem elektronik yang bekerja berdasarkan berbagai variable sensor selalu menjaga agar campuran bahan bakar yang masuk ke ruang bakar terus ideal.

Bahkan pada perangkat tipe close loop seperti yang ada pada CBR 250R, Kawasaki KLX 250S dan D-Tracker 250, secara otomatis semprotan bahan bakar dan udara selalu di sesuaikan dengan kondisi lingkungan.

“Air Fuel Ratio (AFR) atau perbandingan bahan bakar dan udaranya relatif lebih stabil ketimbang karburator,” buka Budiman Terianto, Owner Spinx Motorsport.

Tapi, buat sebagian orang banyak yang mengeluhkan kalau bahan bakar tidak bisa dengan mudah di . Misalnya setelah ganti knalpot jadi repot karena tidak bisa ganti spuyer untuk memperkaya campuran bahan bakar. Pada solusinya pakai !

20111107 Piggyback 1 Mengenal Piggyback Sepeda Motor, Tipu ECU Perkaya Suplai Bahan BakarSetting kembali ke laptop, pengaturan persentase penyemprotan bahan bakar dilakukan lewat software khusus dari masing-masing .

Di kamus bahasa Inggris, artinya “dukung-dukungan”. Sesuai namanya, mendukung kerja electronic control unit (ECU). ECU berfungsi sebagai pusat kontrol mulai dari pengapian (dengan fungsi mirip CDI) sekaligus mengatur perangkat bahan bakar.

Lalu bagaimana kerjanya? Pastinya mirip mobil. ini menipu ECU agar setelah mesin dioprek suplai bahan bakar tetap optimal. “AFR-nya tetap berada pada kondisi normal sekitar 13,5:1,” jelas Brahmantio, manager Sportisi Motorsport (SM) yang menjadi distibutor Power Commander, keluaran Dynojet.

Seperti mengganti spuyer, kebutuhan bahan bakar yang lebih besar bisa dipenuhi. Tapi jauh lebih baik ketimbang naik spuyer, karena kepresisian peningkatan jumlah bahan bakar yang disemprotkan lebih detail sesuai dengan putaran mesin.

Umumnya, untuk sepeda motor yang beredar di Indonesia bekerja dengan memanipulasi sinyal injektor. Sinyal dari ECU sebelum ke injektor dialihkan dulu ke dan diolah ulang.

Jumlah bensin yang disemprotkan, disesuaikan dengan hasil kalkulasi baru. Bisa ditambah atau dikurangi berdasarkan persentase mapping standar ECU. Kalau kekeringan di tambah agar mesin tidak mudah overheat, kalau kelebihan dikurangi agar pembakaran tetap sempurna!

Selain mengatur jumlah semprotan bahan bakar, beberapa merek juga ada yang bisa mengatur timing pengapian dan menggeser limiter. Fungsinya untuk memajukan atau memundurkan kapan busi memantikan apinya. “Salah satunya EZ ECU,” jelas Budiman Terianto yang memasarkan dari Taiwan ini di Indonesia.

Dalam beberapa hari kedepan, tim motorplus-online.com bakal mengintip lebih dalam perangkat bahan bakar ini. Pantengin terus ya! (motorplus-online.com)

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Aant
Tags : , Manipulasi ECU, Injektor, Power Commander, EZ ECU,

Source: OtomotifNet

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Tags: , , , , ,

Leave a Comment