Mesir kutuk kekerasan anti-muslim di Myanmar

Seorang perempuan etnis Rohingya, Myanmar, dan kini mengungsi, menangis saat mengikuti aksi menentang kekerasan sektarian di Myanmar, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/6). Ketegangan terjadi bagian barat laut Myanmar menyusul kekerasan sektarian di kota terbesar bagian tersebut akhir pekan lalu,. Warga Muslim dan Buddha membakar rumah-rumah, polisi memberi tembakan ke udara, dan warga Muslim melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dengan menggunakan perahu. (REUTERS/Bazuki Muhammad)
… betapa marah rakyat Mesir atas serangan-serangan terhadap warga Myanmar itu… Pernyataan kementerian itu dikeluarkan sehari setelah pengunjukrasa di Kairo membakar bendera Myanmar.
Juru bicara kementerian itu, Amr Rushdi, mengutuk aksi kekerasan terhadap warga Muslim di Myanmar.
Utusan Mesir di Myanmar menyaksikan satu kerusakan luas yang menimpa masing-masing masyarakat itu.
Rushdi mengatakan ia memahami betapa marah rakyat Mesir atas serangan-serangan terhadap warga Myanmar itu
Ratusan pria Rohingya dan anak laki-laki ditahan dan tetap berada dalam tahanan di daerah barat negara yang dulu bernama Burma itu, katanya dalam satu laporan pekan ini.
Pemerintah Myanmar memperkirakan 800.000 warga Rohingya tinggal di negara itu sebagai warga asing, sementara banyak warga menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh dan meganggap mereka musuh.
Presiden Thein Sein Juli mengemukakan kepada PBB bahwa kamp-kamp pengungsi atau deportasi adalah “solusi” bagi Rohingya.
(H-RN/B002)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Source: AntaraNews.com – Mancanegara
Berita Lain:- AS tidak berencana kirim pasukan ke Mali
- Militer Fiji berlakukan pembatasan partai politik
- Pemerintah Mali Siapkan Komisi Krisis
- Pasukan Perancis dan Mali Kepung Pemberontak
- Peugeot Didemo 300 Pekerjanya
Tags: warga



