Mancanegara | August 5, 2012 at 01:53

Mesir kutuk kekerasan anti-muslim di Myanmar


20120612063 Mesir kutuk kekerasan anti muslim di Myanmar

Seorang perempuan etnis Rohingya, Myanmar, dan kini mengungsi, menangis saat mengikuti aksi menentang kekerasan sektarian di Myanmar, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/6). Ketegangan terjadi bagian barat laut Myanmar menyusul kekerasan sektarian di kota terbesar bagian tersebut akhir pekan lalu,. Muslim dan Buddha membakar rumah-rumah, polisi memberi tembakan ke udara, dan Muslim melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dengan menggunakan perahu. (REUTERS/Bazuki Muhammad)

… betapa marah rakyat Mesir atas serangan-serangan terhadap Myanmar itu… Pernyataan kementerian itu dikeluarkan sehari setelah pengunjukrasa di Kairo membakar bendera Myanmar.

Juru bicara kementerian itu, Amr Rushdi, mengutuk aksi kekerasan terhadap Muslim di Myanmar.

Utusan Mesir di Myanmar menyaksikan satu kerusakan luas yang menimpa masing-masing masyarakat itu.

Rushdi mengatakan ia memahami betapa marah rakyat Mesir atas serangan-serangan terhadap Myanmar itu

Ratusan pria Rohingya dan anak laki-laki ditahan dan tetap berada dalam tahanan di daerah barat negara yang dulu bernama Burma itu, katanya dalam satu laporan pekan ini.

Pemerintah Myanmar memperkirakan 800.000 Rohingya tinggal di negara itu sebagai asing, sementara banyak menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh dan meganggap mereka musuh.

Presiden Thein Sein Juli mengemukakan kepada PBB bahwa kamp-kamp pengungsi atau deportasi adalah “solusi” bagi Rohingya.

(H-RN/B002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Source: AntaraNews.com – Mancanegara

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Tags:

Leave a Comment