Offoad di Batulicin, Merenggut Nyawa Penonton

Bhayangkara International Extreme Off-road (BIEO) yang diselenggarakan di Batulicin, Kalsel (22-24/6) digelar memperingati ulang tahun bhayangkara ke-66. Namun, penutupan event yang menyuguhkan trek ekstrem tersebut harus merenggut nyawa beberapa penonton. Masih ditambah beberapa orang yang mengalami luka-luka.
EXTREME
Sejak awal lomba dibuka, sisi extreme lintasan memang sudah dihadapi oleh para peserta yang berjumlah 90. Country road (CR) yang diprediksi oleh pimpinan lomba, Syamsir Alam, akan ditempuh paling lama 2 jam ternyata molor menjadi lebih dari 12 jam. Tak ayal beberapa peserta baru bisa keluar dari CR pada Sabtu dini hari, itupun setelah dievakuasi. “Salah satu penyebabnya karena hujan, trek jadi sangat licin,” komentar Syamsir.
Sementara itu menurut keterangan beberapa peserta, molornya CR juga disebabkan trek yang berat dan tak ada winching point. Sehingga menyulitkan peserta untuk membebaskan diri’. Keterlambatan keluar dari CR ini membuat special competition stage (SCS) yang sedianya digelar pada Jumat siang dibatalkan.
Peserta merasakan extremenya trek ketika berlomba pada Sabtu. Sebanyak 4 SCS yang disiapkan tak ada yang bisa dianggap remeh. Pada SCS 4, peserta disuguhkan trek yang cukup panjang, sebelum akhirnya masuk parit dengan posisi miring. Bagian kanan mobil bersandar’ di dinding tanah. Tak cukup, peserta tersebut harus menapaki tembok tanah untuk menyelesaikan rintangan.
Banyak peserta menyebut SCS 5 yang digelar pada hari Sabtu jadi trek paling ekstrem. Setelah menuruni bukit nyaris 70 derajat, kemudian peserta harus berjalan di dasar cekungan. Sebanyak 6 peserta yang start terdahulu tak bisa menyelesaikan lomba dan dinyatakan DNF (Do Not Finish). Peserta pertama yang menorehkan waktu yakni Lo Fui Min/Simon Lim asal Sabah, Malaysia.
Setelah lomba selesai pada tengah malam, dilanjutkan lagi hari Minggu. Pada saat ini sudah terbagi antara peserta yang masuk 30 besar dan kategori eliminasi yang berjumlah 60. Sayang, pada pertengahan hari, sekitar pukul 12.30 WITA lomba harus dihentikan.
Ini efek dari kejadian yang merenggut nyawa penonton. Dalam kronologis, peserta dengan nomor 380 atas nama H. Jhohan/Julianto kehilangan kendali mobil ketika akan finish di SCS 12 yang berupa turunan tajam. Akibatnya, mobil meluncur dan menabrak penonton yang berada di seberang jalan dengan jarak sekitar 5 meter dari garis pengaman SCS. Mobil dengan mesin V8 tersebut baru berhenti setelah menabrak dan naik ke mobil Toyota double cabin yang sedang parkir.
Korban langsung dievakuasi. “Korban 3 orang meninggal, 4 luka berat dan 3 luka ringan. Semua sudah ditangani oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Korban luka berat langsung dibawa ke Banjarmasin dan korban luka ringan dilakukan perawatan,” sebut Kombes Ermayadi, Dirlantas Polda Kalsel yang juga menjabat sebagai ketua panitia gelaran.
Atas kejadian ini, lomba saat itu dihentikan dan ditunda. “Nantinya lomba dilanjutkan. Mengenai tempat dan waktunya belum ditentukan. Kita sedang pikirkan,” sebut Syamsir.
Nantinya, lomba hanya akan diikuti 30 peserta yang masuk kategori 30 besar. Point yang telah dicetak para peserta di SCS yang sudah dilewati akan dibuat nol kembali. Hadiah yang sangat besar, juara 1 diganjar Mitsubishi Pajero Dakar, juara 2 Mitsubishi Triton double cabin dan juara 3 Mitsubishi Triton single cabin tetap berlaku.
Sementara itu, hadiah sebesar Rp 150 juta yang tadinya dipersiapkan untuk pemenang kelas Eliminasi, seluruhnya disumbangkan kepada korban.
Source: OtomotifNet
Berita Lain:- Di 2013 Honda Punya 16 Motor Baru, 7 Diantaranya New Model
- Alasan Honda Verza 150 Pakai Dua Sokbraker Belakang
- Neuville Melesat di Kualifikasi WRC Monte Carlo
- The Katros Garage, Spesialis Modifikasi Ol Skool
- Suzuki GSX 750 Police, Saatnya Bilang Cafe Racer Perfecto!



