Pemerintah Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur
ilustrasi istimewaJAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan terus fokus pada upaya pembangunan infrastrukur untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.
“Kita tetapkan pembangunan infrastruktur besar-besaran. APBN akan kita arahkan ke sana,” kata Presiden saat meresmikan pembukaan perdagangan saham 2012 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/1).
Yudhoyono mengatakan, ketidaksiapan infrastruktur di Indonesia adalah salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh para investor.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan berbagai dukungan, termasuk dukungan alokasi anggaran, untuk membangun infrastruktur.
Bahkan, Yudhoyono menegaskan, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2011 sekitar Rp40 triliun sebagian besar akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Hal lain yang sering dikeluhkan adalah birokrasi. Untuk itu, Yudhoyono meminta seluruh pihak untuk melakukan perbaikan birokrasi.
Menurut dia, birokrat harus responsif atau cepat bertindak dan cepat mengambil keputusan.
Pada kesempatan itu, Yudhoyono juga memerintahkan pihak-pihak terkait, baik di pusat maupun daerah, untuk menyesuaikan regulasi dan sektor pendanaan untuk mempercepat pembangunan ekonomi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin pagi, meresmikan pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2012 di gedung BEI, Jakarta.
Pembukaan ditandai dengan penekanan layar sentuh oleh Yudhoyono yang diikuti dengan bunyi sirine. Setelah itu, Yudhoyono menandatangani sertifikat yang menandai pembukaan perdagangan saham perdana.
Dalam sambutan singkat, Kepala Negara mengucapkan selamat dan terimakasih kepada seluruh jajaran BEI atas kerja keras selama ini.
Yudhoyono juga mengucapkan terimakasih kepada segenap regulator pasar modal dan semua pelaku ekonomi.
“Terimakasih kepada semua pelaku ekonomi. Bersama pemerintah, kita telah membangun ekonomi dengan prestasi yang baik,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga menandatangani prasasti sekaligus meresmikan Galeri Bursa Efek Indonesia. Setelah menandatangani prasasti, Yudhoyono meninjau galeri tersebut.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mendampingi Presiden dalam acara itu.[nta]
Source: nonblok online
Berita Lain:- Suku Bunga BI Harus Disesuaikan
- Produksi Pertanian Selama 2011 Turun
- Tiga BUMN Akan Tawarkan Saham Perdana Pada 2012
- IHSG Awal Tahun Dibuka Turun Tipis
- Penumpang Pesawat Biak Diberi Kalung Sambut Pagi Pertama 2012



