Sektor Riil | December 28, 2011 at 19:01

Target pertumbuhan industri 2012 terlalu tinggi


JAKARTA. Kalangan pengusaha menilai target pertumbuhan industri 2012 yang dipatok Kementerian Perindustrian sebesar 7,1% relatif terlalu tinggi. Pengusaha yang tergabung pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pertumbuhan industri tahun depan seharusnya lebih rendah atau paling tidak setara dengan pertumbuhan ekonomi.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian, Riset, dan Teknologi Kadin Indonesia Bambang Sujagad mengutarakan, target pertumbuhan industri sebesar 7,1% pada 2012 itu tidak relevan dengan kondisi penurunan industri manufaktur. Industri manufaktur merupakan penopang pertumbuhan industri nonmigas.

Apalagi, pasar ekspor industri manufaktur di Uni Eropa dan Amerika Serikat tengah bergejolak sehingga berpengaruh terhadap kondisi industri manufaktur dalam negeri. “Pasar (tujuan ekspor) lagi turun, tidak mungkin industri (dalam negeri) mau naik,” tuturnya, usai jumpa pers Economic Outlook 2012, Rabu (28/12).

Pertumbuhan industri memang tidak hanya sekedar ditopang ekspor, tapi juga investasi dan konsumsi pasar domestik. Sayangnya, investasi yang ada saat ini masih sekedar portofolio yang bisa dengan mudah keluar masuk apabila terjadi ketidakstabilan kondisi ekonomi politik dalam negeri. Apabila pemerintah bisa menggeser lonjakan investasi pada sektor riil maka sektor investasi akan menutupi penurunan ekspor apabila terjadi.

Selain karena pasar ekspor tengah menurun, pasar domestik pun tengah bermasalah akibat membanjirnya produk asal China. Oleh karena itu, menurutnya, pertumbuhan industri 2012 idealnya dipatok tidak melebihi pertumbuhan ekonomi sekitar 6,5%.

Namun, Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia Didik J. Rachbini mengutarakan, pertumbuhan industri tahun depan justru bisa menyentuh 7%-8%. Alasannya, industri andalan seperti tekstil, otomotif, dan baja tengah membaik. “Sepertinya tahun depan bakal positif,” ujarnya.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi pun tetap meyakini target pertumbuhan industri 2012 sebesar 7,1%.

Pada semester I 2011, pertumbuhan industri memang sedikit mengalami perlambatan. Namun, kondisi itu berubah saat industri tumbuh pesat hingga menyentuh 6,98% pada kuartal III 2011. Secara keseluruhan, dia memprediksi, industri nonmigas bakal tumbuh sekitar 6,5%-6,6% hingga akhir 2011. “Jadi target tahun depan itu realistis,” ungkapnya.

Dia mengakui, beberapa komoditi memang akan mengalami penurunan daya saing karena dibebani bea masuk yang sebelumnya dikorting oleh Uni Eropa. “Tapi tidak terlalu berdampak,” tuturnya.

Namun, pelaku usaha harus mengimbangi pengamanan ekspor dengan menggenjot konsumsi domestik yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri. Pemerintah pun tengah menggiatkan investasi untuk ikut menggairahkan industri dalam negeri. “Supaya kalau ekspor terpengaruh, pertumbuhan industri tetap terjaga karena investasi dan konsumsi domestik,” paparnya.

Source: kontan online

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Leave a Comment