Mancanegara | October 21, 2011 at 13:51

Turki: Kematian Khadafy Harus Jadi Pelajaran


4484965p Turki: Kematian Khadafy Harus Jadi Pelajaran

AFP
Serangkaian foto file yang dibuat pada 20 April 2011 menunjukkan wajah dan ekspresi Pemimpin Libya Moamar Khadafy, dengan beberapa model pakaian berbeda. Khadafy, Kamis (20/10), dinyatakan oleh pemerintah transisi (NTC).

ANKARA, KOMPAS.com – Kematian pemimpin Libya yang terguling, Moammar Khadafy, merupakan putaran sejarah yang harus dianggap "pelajaran pahit," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam satu pernyataan, Kamis (20/10/2011).

Pernyataan itu melanjutkan, nasib Khadafy dan rezimnya merupakan pelajaran pahit yang harus secara hati-hati dikaji kembali berkaitan gerakan-gerakan perubahan dan transformasi di kawasan itu. Kematian Khadafy, dikatakan, telah membuka era baru di Libya yang perlu menyelesaikan proses politik dengan "merangkul semua segmen masyarakat dalam persatuan dan tanpa membiarkan ada ruang untuk ambisi pribadi, dan setiap perasaan dendam dan balas dendam."

Pernyataan itu juga mengatakan, Turki akan terus mendukung Libya seperti di masa lalu.

Menteri penerangan pemerintah semetara Libya mengonfirmasi kepada kantor berita Reuters bahwa Mutasim, salah seorang putra Khadafy, juga . Ia selama ini bersembunyi bersama ayahnya di Sirte.

Khadafy menjadi buronan sejak NTC menguasai ibu kota Libya, Tripoli, pada Agustus. Ia berhasil menghindari penangkapan meski pasukan NTC memperoleh sejumlah petunjuk mengenai lokasi keberadaannya. Ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan , ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Khadafy, pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa, bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak.

Sumber :
Ant, Xinhua, Oana

Source: kompas internasional

Berita Lain:
Like the news? Please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Tags: ,

Leave a Comment